Friday, November 8, 2019

Mengenal Kondisi Azoospermia

Mengenal Kondisi Azoospermia


Apa yang anda ketahui tentang azoospermia ? Ataukah anda sama sekali tidak mengenal istilah azoospermia ? Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai azoospermia. Azoospermia merupakan sebuah kondisi ketika jumlah sperma yang terkandung didalam air mani pria sangat sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali. Air mani sendiri adalah cairan yang berwarna putih keruh yang diproduksi pria ketika berejakulasi. Air mani tersusun atas sel sperma atau spermatozoa, fruktosa, dan berbagai enzim lain yang bertugas untuk membantu proses pembuahan. Tetapi, kebanyakan orang terkadang salah mengartikan antara air mani dengan sperma. Kebanyakan orang berpendapat bahwa air mani merupakan sperma, padahal sperma hanyalah salah satu unsur yang terdapat dalam air mani.

Secara umum, sistem reproduksi pria terdiri dari testis, prostat, penis, skortum, epididimis, vas deferens, dan uretra. Sebelum sperma siap untuk membuahi sel telur, sperma membutuhkan banyak tahapan dan waktu yang cukup lama. Tahapan paling awal dari sperma adalah pada fase produksi sperma. Sperma sendiri diproduksi dibagian tubulus seminiferus yang terdapat didalam testis pria. Proses pembentukan sel sperma ini disebut dengan spermatogenesis. Sel sperma yang sudha terbentuk secara sempurna kemudian akan dikeluarkan dari epididimis melalui sebuah selang pengangkut yang disebut vas deferens menuju uretra. Selama perjalanannya, sperma yang matang tersebut akan melewati beberapa organ yaitu veskulas seminalis dan prostat. Lalu, kedua organ tersebut akan mengeluarkan cairan khusus untuk mengencerkan sperma atau yang lebih kita kenal sebagai air mani. Supaya seorang pria dapat mengeluarkan sperma, maka diperlukan rangsangan untuk membangkitkan gairahnya sehingga sperma dapat air mani dapat keluar.

Pada kondisi azoospermia, air mani yang keluar hanya mengandung sedikit sperma atau bahkan tidak mengandung sperma sama sekali. Hal ini tentunya dapat menyebabkan gagalnya pembuahan, karena pembuahan hanya dapat terjadi ketika ada sel sperma yang berhasil bersentuhan dengan sel telur. Kondisi ini disebut juga sebagai kemandulan atau suatu ketidakmampuan untuk menghasilkan keturunan.



Berdasarkan penyebabnya, kondisi azoospermia terdiri dari 3 jenis, yaitu :

1. Azoospermia pretesticuler

Kondisi ini terjadi ketika seorang pria mengalami gangguna hormone seks sehingga mempengaruhi produksi sperma di testis. Berikut ini merupakan beberapa hal yang dapat menyebabkan kondisi azoospermia pretesticuler, yaitu :
  • Kallman sindrom. Kallman sindrom merupakan kelainan genetik bawaan pada kromosom x. Kondisi ini ditandai dengan rendahnya kadar hormon gonadotropin dan menurunnya fungsi indera penciuman.
  • Gangguan kelenjar pituari di otak. Kelenjar pituari dikenal juga dengan nama lain yaitu hipotalamus. Gangguan pada hipotalamus diduga disebabkan oleh paparan radiasi atau obat - obatan tertentu, terutama pada pasien yang sedang menjalani pengobatan kemoterapi.


2. Azoospermia testicular

Kondisi ini disebabkan karena seorang pria mengalami kerusakan pada struktur atau fungsi testisnya. Terdapat beberapa hal yang dapat menyebabkan kondisi ini, yaitu :
  • Infeksi saluran reproduksi. Seorang pria yang memiliki riwayat penyakit epididimitis dan uretritis lebih berisiko mengalami kondisi ini.
  • Cedera. Orang yang pernah mengalami cedera pada bagian selangkangan atau bahkan alat kemaluan karena kecelakaan atau benturan keras juga bisa mengalami kondisi ini.


3. Post testicular azoospermia

Kondisi ini terjadi ketika sperma yang dihasilkan di testis justru tidak bisa dikeluarkan dari penis. Penyebab inilah yang paling sering dialami oleh pria pengidap azoospermia. Berikut ini merupakan beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya kondisi post testicular azoospermia, yaitu :
  • Vasektomi. Vasektomi merupakan salah satu metode kontrasepsi yang dilakukan dengan cara memotong saluran vas deferens.
  • Ejakulasi retrograde. Ketika pria mencapai orgasme, penis biasanya akan berejakulasi dengan menembakkan air mani keluar dari lubang penis. Namun, air mani pria dengan kondisi ini justru tidak keluar lewat lubang penis, melainkan berbalik arah hingga masuk kedalam kandung kemih.
  • Azoospermia obstruktif. Kondisi ini terjadi ketika tabung yang membawa sperma dari testis ke penis mengalami penyumbatan.




Semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk kesehatan keluarga anda. Kini, tak perlu repot lagi antri untuk berobat. Segera Download Aplikasi Rusabook sekarang juga. 

Jangan lupa follow akun sosial media kami di:
Bila ada pertanyaan bisa email ke : info@rusabook.com dan kunjungi website kami di http://www.rusabook.com

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search